RSS
Showing posts with label About Bali. Show all posts
Showing posts with label About Bali. Show all posts

Demografi Bali


Penduduk Bali kira-kira sejumlah 4 juta jiwa, dengan mayoritas 92,3% menganut agama Hindu. Agama lainnya adalah Buddha, Islam, Protestan dan Katolik.

Selain dari sektor pariwisata, penduduk Bali juga hidup dari pertanian dan peternakan. Sebagian juga memilih menjadi seniman. Bahasa yang digunakan di Bali adalah Bahasa Indonesia, Bali dan Inggris khususnya bagi yang bekerja di sektor pariwisata.

Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling luas pemakaiannya di Bali. Meskipun terdapat beberapa dialek dalam bahasa Bali, umumnya masyarakat Bali menggunakan sebentuk bahasa Bali pergaulan sebagai pilihan dalam berkomunikasi. Secara tradisi, penggunaan berbagai dialek bahasa Bali ditentukan berdasarkan sistem catur warna dalam agama Hindu Dharma dan keanggotan klan (istilah Bali: soroh, gotra); meskipun pelaksanaan tradisi tersebut cenderung berkurang.

Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga (dan bahasa asing utama) bagi banyak masyarakat Bali yang dipengaruhi oleh kebutuhan yang besar dari industri pariwisata. Para karyawan yang bekerja pada pusat-pusat informasi wisatawan di Bali, sering kali juga memahami beberapa bahasa asing dengan kompetensi yang cukup memadai.


Devi Dwi Clarasati Purnomo  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Geografi Bali



Bali adalah nama salah satu provinsi di Indonesia dan juga merupakan nama pulau terbesar yang menjadi bagian dari provinsi tersebut. Selain terdiri dari Pulau Bali, wilayah Provinsi Bali juga terdiri dari pulau-pulau yang lebih kecil di sekitarnya, yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan, Pulau Menjangan dan Pulau Serangan.

Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Ibu kota provinsinya ialah Denpasar yang terletak di bagian selatan pulau ini. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Bali juga dikenal dengan sebutan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura.


Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecil sepanjang 153 km dan selebar 112 km sekitar 3,2 km dari Pulau Jawa. Secara astronomis, Bali terletak di 8°2523 Lintang Selatan dan 115°1455 Bujur Timur yang membuatnya beriklim tropis seperti bagian Indonesia yang lain.

Berdasarkan relief dan topografi, di tengah-tengah Pulau Bali terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur dan di antara pegunungan tersebut terdapat gugusan gunung berapi yaitu Gunung Batur dan Gunung Agung serta gunung yang tidak berapi, yaitu Gunung Merbuk, Gunung Patas dan Gunung Seraya. Adanya pegunungan tersebut menyebabkan daerah Bali secara Geografis terbagi menjadi 2 (dua) bagian yang tidak sama yaitu Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit dan kurang landai dan Bali Selatan dengan dataran rendah yang luas dan landai.

Kemiringan lahan Pulau Bali terdiri dari lahan datar (0-2%) seluas 122.652 ha, lahan bergelombang (2-15%) seluas 118.339 ha, lahan curam (15-40%) seluas 190.486 ha dan lahan sangat curam (>40%) seluas 132.189 ha. Provinsi Bali memiliki 4 (empat) buah danau yang berlokasi di daerah pegunungan, yaitu Danau Beratan, Buyan, Tamblingan dan Danau Batur.

Luas wilayah Provinsi Bali adalah 5.636,66 km2 atau 0,29% luas wilayah Republik Indonesia. Secara administratif Provinsi Bali terbagi atas 9 kabupaten/kota, 55 kecamatan dan 701 desa/kelurahan. Untuk batas wilayah Pulau Bali sendiri adalah sebelah Utara yaitu Laut Bali, sebelah Selatan Samudera Indonesia, sebelah Barat Provinsi Jawa Timur, dan sebelah Timur adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat .

Titik tertinggi adalah Gunung Agung di Bali setinggi 3148 m. Gunung berapi ini terakhir meletus pada Maret 1963. Gunung Batur juga salah satu gunung di Bali. Sekitar 30.000 tahun yang lalu, Gunung Batur meletus dan menghasilkan bencana yang luar biasa di bumi. Tidak seperti di utara, bagian selatan Bali adalah dengan mengalirkan sungai dataran rendah.

Berdasarkan relief dan topografi, di tengah pulau Bali terletak pegunungan yang membentang dari barat ke timur dan antara pegunungan ini ada kelompok gunung berapi Batur dan Gunung Agung dan gunung berapi tidak ada Gunung Merbuk, gunung Patas, dan Gunung Seraya. Adanya pegunungan tersebut menyebabkan Daerah Bali Geografis terbagi menjadi 2 (dua) tidak bagian yang sama dari Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit dan kurang landai, dan Bali Selatan dengan dataran rendah yang luas dan landai. kemiringan Bali terdiri dari lahan datar (0-2%) dari 122 652 ha lahan, bergelombang (2-15%) dari 118 339 ha lahan, curam (15 -40%) dari 190 ha 486, dan lahan sangat curam (> 40% ) seluas 132 189 ha. Provinsi Bali memiliki 4 (empat) buah danau yang terletak di daerah pegunungan yaitu: Danau Beratan, Buyan, Tamblingan dan Danau Batur.

Ibu kota Bali adalah Denpasar. tempat penting lainnya sebagai pusat seni Ubud terletak di Kabupaten Gianyar, sedangkan Kuta, Sanur, Seminyak, Jimbaran dan Nusa Dua adalah tempat yang menjadi tujuan wisata, baik wisata pantai dan resor.

             http://visit2baliku.blogspot.com

Devi Dwi Clarasati Purnomo  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sejarah Bali


Penghuni pertama pulau Bali diperkirakan datang pada 3000-2500 SM yang bermigrasidari Asia. Peninggalan peralatan batu dari masa tersebut ditemukan di desa Cekik yang terletak di bagian barat pulau. Zaman prasejarah kemudian berakhir dengan datangnya ajaran Hindu dan tulisan Bahasa Sanskerta dari India pada 100 SM.

Kebudayaan Bali kemudian mendapat pengaruh kuat kebudayaan India yang prosesnya semakin cepat setelah abad ke-1 Masehi. Nama Balidwipa (pulau Bali) mulai ditemukan di berbagai prasasti, di antaranya Prasasti Blanjong yang dikeluarkan oleh Sri Kesari Warmadewa pada 913 M dan menyebutkan kata Walidwipa. Diperkirakan sekitar masa inilah sistem irigasi subak untuk penanaman padi mulai dikembangkan. Beberapa tradisi keagamaan dan budaya juga mulai berkembang pada masa itu. Kerajaan Majapahit (1293–1500 AD) yang beragama Hindu dan berpusat di pulau Jawa, pernah mendirikan kerajaan bawahan di Bali sekitar tahun 1343 M. Saat itu hampir seluruh nusantara beragama Hindu, namun seiring datangnya Islam berdirilah kerajaan-kerajaan Islam di nusantara yang antara lain menyebabkan keruntuhan Majapahit. Banyak bangsawan, pendeta, artis dan masyarakat Hindu lainnya yang ketika itu menyingkir dari Pulau Jawa ke Bali.

Orang Eropa yang pertama kali menemukan Bali ialah Cornelis de Houtman dari Belanda pada 1597, meskipun sebuah kapal Portugissebelumnya pernah terdampar dekat tanjung Bukit, Jimbaran, pada 1585. Belanda lewat VOC pun mulai melaksanakan penjajahannya di tanah Bali, akan tetapi terus mendapat perlawanan sehingga sampai akhir kekuasaannya posisi mereka di Bali tidaklah sekokoh posisi mereka di Jawa atau Maluku. Bermula dari wilayah utara Bali, semenjak 1840-an kehadiran Belanda telah menjadi permanen yang awalnya dilakukan dengan mengadu-domba berbagai penguasa Bali yang saling tidak mempercayai satu sama lain. Belanda melakukan serangan besar lewat laut dan darat terhadap daerah Sanur dan disusul dengan daerah Denpasar. Pihak Bali yang kalah dalam jumlah maupun persenjataan tidak ingin mengalami malu karena menyerah, sehingga menyebabkan terjadinya perang sampai mati atau puputan yang melibatkan seluruh rakyat baik pria maupun wanita termasuk rajanya. Diperkirakan sebanyak 4.000 orang tewas dalam peristiwa tersebut, meskipun Belanda telah memerintahkan mereka untuk menyerah. Selanjutnya, para gubernur Belanda yang memerintah hanya sedikit saja memberikan pengaruhnya di pulau ini, sehingga pengendalian lokal terhadap agama dan budaya umumnya tidak berubah.

Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II dan saat itu seorang perwira militer bernama I Gusti Ngurah Rai membentuk pasukan Bali 'pejuang kemerdekaan'. Menyusul menyerahnya Jepang di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda segera kembali ke Indonesia (termasuk Bali) untuk menegakkan kembali pemerintahan kolonialnya layaknya keadaan sebelum perang. Hal ini ditentang oleh pasukan perlawanan Bali yang saat itu menggunakan senjata Jepang.

Pada 20 November 1945, pecahlah pertempuran Puputan Margarana yang terjadi di desa Marga, Kabupaten Tabanan, Bali tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai yang berusia 29 tahun, memimpin tentaranya dari wilayah timur Bali untuk melakukan serangan sampai mati pada pasukan Belanda yang bersenjata lengkap. Seluruh anggota batalion Bali tersebut tewas semuanya dan menjadikannya sebagai perlawanan militer Bali yang terakhir.
Pada tahun 1946 Belanda menjadikan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah bagian dari Negara Indonesia Timur yang baru diproklamasikan, yaitu sebagai salah satu negara saingan bagi Republik Indonesia yang diproklamasikan dan dikepalai oleh Sukarno danHatta. Bali kemudian juga dimasukkan ke dalam Republik Indonesia Serikat ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949. Tahun 1950, secara resmi Bali meninggalkan perserikatannya dengan Belanda dan secara hukum menjadi sebuah propinsi dari Republik Indonesia.

Letusan Gunung Agung yang terjadi di tahun 1963, sempat mengguncangkan perekonomian rakyat dan menyebabkan banyak penduduk Bali bertransmigrasi ke berbagai wilayah lain di Indonesia.

Tahun 1965, seiring dengan gagalnya kudeta oleh G30S terhadap pemerintah nasional di Jakarta, di Bali dan banyak daerah lainnya terjadilah penumpasan terhadap anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia. Di Bali, diperkirakan lebih dari 100.000 orang terbunuh atau hilang. Meskipun demikian, kejadian-kejadian pada masa awal Orde Baru tersebut sampai dengan saat ini belum berhasil diungkapkan secara hukum.
Serangan teroris telah terjadi pada 12 Oktober 2002, berupa serangan Bom Bali 2002 di kawasan pariwisata Pantai Kuta, menyebabkan sebanyak 202 orang tewas dan 209 orang lainnya cedera. Serangan Bom Bali 2005 juga terjadi tiga tahun kemudian di Kuta dan pantai Jimbaran. Kejadian-kejadian tersebut mendapat liputan internasional yang luas karena sebagian besar korbannya adalah wisatawan asing dan menyebabkan industri pariwisata Bali menghadapi tantangan berat beberapa tahun terakhir ini.


Devi Dwi Clarasati Purnomo  


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mata Pencaharian Penduduk


Mata Pencaharian

Mata pencaharian penduduk Bali tidak jauh berbeda dari penduduk derah lainnya di Indonesia. Sebagian besar penduduk Bali bermatapencaharian sebagai petani. Baik itu di persawahan ataupun di perkebunan. Selain itu sektor peternakan juga banyak digeluti oleh penduduk Bali. Terutama peternak sapi, babi, bebek dan ayam. Namun terkadang pekerjaan sebagai peternak merupakan pekerjaan sampingan bagi penduduk.

Bali terkenal dengan pariwisatanya. Deawasa ini sektor pariwisata memberikan banyak lapangan kerja bagi penduduk Bali. Tidak hanya sebagai karyawan hotel, restaurant, travel agent, pasar oleh – oleh atau art shop, tetapi banyak juga yang berjulan di destinasi wisata seperti berjuakan post card, makanan tradisional, kerajianan tangan, menjadi photographer, dll. Bahkan tidak hanya penduduk lokal, orang luar Bali pun banyak yang datang ke Bali untuk mendapatkan pekerjaan di sektor tersebut ataupun yang berkaitan dengannya.

Sebagai daerah tujuan wisata yang berwawasan budaya, kesenian merupakan lapangan pekerjaan yang  banyak diminati penduduk Bali. Baik itu seni ukir, lukis tari ataupun tabuh. Semua kesenian tersebut juga menjadi tulang punggung bagi pariwisata Bali.  

Sukariyanto

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


BALI IN GENERAL

Hai guys, 

Kalau berbicara tentang ‘Bali’ , apa sih yang lo pada tau selain menghabiskan waktu liburan lo disana dengan jalan” dan shopping ?? Sebelum lo pada memutuskan untuk berlibur ke Bali, mending baca dulu deh info – info yang gue tulis , semoga bermanfaat :D


1. Sejarah Bali

Penghuni pertama pulau Bali, diperkirakan datang pada tahun 2500-3000SM yang bermigrasi dari Asia. Pada 100SM, ajaran agama Hindhu dan bahasa Sansekerta mulai datang dari India. Kebudayaan Bali sendiri, banyak mendapat pengaruh dari kebudayaan India. 

Orang Eropa yang pertama kali menemukan Bali adalah Cornelis De Houtman dari Belanda (1597), meskipun sebelumnya terdapat kapal Portugis yang terdampar di Bukit, Jimbaran pada tahun 1585. Pada 29 Desember 1949 ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia, Bali dimasukkan ke dalam Republik Indonesia Serikat . Baru pada tahun 1950, secara resmi Bali meninggalkan perserikatannya dengan Belanda. 


2. Geografi 

Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecil sepanjang 153 km dan selebar 112 km sekitar 3,2 km dari Pulau Jawa. Secara astronomis, Bali terletak di 8°25′23″ Lintang Selatan dan 115°14′55″ Bujur Timur yang membuatnya beriklim tropis seperti bagian Indonesia yang lain. 

Berdasarkan relief dan topografi, di tengah-tengah Pulau Bali terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur dan di antara pegunungan tersebut terdapat gugusan gunung berapi yaitu Gunung Batur dan Gunung Agung serta gunung yang tidak berapi, yaitu Gunung Merbuk, Gunung Patas dan Gunung Seraya. Adanya pegunungan tersebut menyebabkan daerah Bali secara Geografis terbagi menjadi 2 (dua) bagian yang tidak sama yaitu Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit dan kurang landai dan Bali Selatan dengan dataran rendah yang luas dan landai. 

Kemiringan lahan Pulau Bali terdiri dari lahan datar (0-2%) seluas 122.652 ha, lahan bergelombang (2-15%) seluas 118.339 ha, lahan curam (15-40%) seluas 190.486 ha dan lahan sangat curam (>40%) seluas 132.189 ha. Provinsi Bali memiliki 4 (empat) buah danau yang berlokasi di daerah pegunungan, yaitu Danau Beratan, Buyan, Tamblingan dan Danau Batur. 

Luas wilayah Provinsi Bali adalah 5.636,66 km2 atau 0,29% luas wilayah Republik Indonesia. Secara administratif Provinsi Bali terbagi atas 9 kabupaten/kota, 55 kecamatan dan 701 desa/kelurahan. Untuk batas wilayah Pulau Bali sendiri adalah sebelah Utara yaitu Laut Bali, sebelah Selatan Samudera Indonesia, sebelah Barat Provinsi Jawa Timur, dan sebelah Timur adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat . 


3. Demografi 

Penduduk Bali kira-kira sejumlah 4 juta jiwa, dengan mayoritas 92,3% menganut agama Hindu. Agama lainnya adalah Buddha, Islam, Protestan dan Katolik. 

Selain dari sektor pariwisata, penduduk Bali juga hidup dari pertanian dan perikanan. Sebagian juga memilih menjadi seniman. Bahasa yang digunakan di Bali adalah Bahasa Indonesia, Bali dan Inggris khususnya bagi yang bekerja di sektor pariwisata. 

Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia adalah bahasa yang paling luas pemakaiannya di Bali. Meskipun terdapat beberapa dialek dalam bahasa Bali, umumnya masyarakat Bali menggunakan sebentuk bahasa Bali pergaulan sebagai pilihan dalam berkomunikasi. Secara tradisi, penggunaan berbagai dialek bahasa Bali ditentukan berdasarkan sistem catur warna dalam agama Hindu Dharma dan keanggotan klan (istilah Bali: soroh, gotra); meskipun pelaksanaan tradisi tersebut cenderung berkurang. 

Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga (dan bahasa asing utama) bagi banyak masyarakat Bali yang dipengaruhi oleh kebutuhan yang besar dari industri pariwisata. Para karyawan yang bekerja pada pusat-pusat informasi wisatawan di Bali, sering kali juga memahami beberapa bahasa asing dengan kompetensi yang cukup memadai.


4. Pemerintahan 

Dalam periode 2008-2013, Pulau Bali dipimpin oleh seorang Gubernur yaitu Komjen Pol (Purn) I Made Mangku Pastika . Bapak Komjen Pol (Purn) I Made Mangku Pastika sendiri merupakan gubernur ke 9 di Bali . Sebelum – sebelumnya di jabat oleh :

· Anak Agung Bagus Sutedja (1950-1958)

· I Gusti Bagus Oka (1958-1959)

· Anak Agung Bagus Sutedja (1959-1965)

· I Gusti Putu Martha (1965-1967)

· Soekarmen (1967-1978)

· Prof. Dr. Ida Bagus Mantra (1978-1988)

· Prof. Dr. Ida Bagus Oka (1988-1993)

· Drs. Dewa Made Beratha (1998-2008)


5. Tradisi dan Agama

Bali dipadati oleh lebih dari 3.5 juta orang dan hampir 85% darinya memeluk agama Hindu. Masyarakat Hindu mempertahankan nilai-nilai dasar yang mengajarkan keseimbangan dan keharmonisan semua aspek dalam hidup, yaitu Tri Hita Karana.

Tri Hita Karana adalah panduan bagaimana untuk memiliki hubungan harmonis dengan alam sekitarnya (Pawongan), orang lain (Pelemahan) dan dengan Ida Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa (Parahyangan).Komitmen untuk mempertahankan dan mewujudkan nilai-nilai mendasar dalam hidup sehari-hari adalah hal yang membuat Bali unik dalam hidup dinamis.

Umat Hindu Bali, merayakan hari raya Galungan dan hari raya Kuningan sekali dalam setiap enam bulan sekali dam merayakan tahun baru yang disebut hari raya Nyepi. Dalam pelaksanaan hari raya Nyepi ada emapat pantangan yang tidak boleh dilakukan yang disebut Catur Brata Penyepian yang terdiri dari Amati Karya (tidak boleh bekerja), Amati Geni (tidak boleh menyalakan api), Amati Lelungan (tidak boleh bepergian) dan Amati Lelanguan (tidak boleh berfoya-foya). Selama Nyepi, semua tempat di Bali selama 24 jam akan ditutup dan bebas dari kegiatan, termasuk di bandara, pelabuhan, terminal dan juga jalan raya.


By : Devi Dwi Clarasati Purnomo

Source : http://id.wikipedia.org    
                http://www.disparda.baliprov.go.id


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS