RSS
Showing posts with label Tabanan Regency Tourism. Show all posts
Showing posts with label Tabanan Regency Tourism. Show all posts

Yeh Gangga

Yeh Gangga merupakan nama sebuah pantai yang terletak di Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, sekitar 10 km dari Kota Tabanan. Seperti halnya pantai pada umumnya di daerah Tabanan, pantai ini memiliki pasir yang berwarna hitam. Sekilas, pantai ini sama saja dengan pantai-pantai lainnya. Lalu apa yang menarik dari pantai Yeh Gangga?

Sejak dahulu pantai ini memang menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat sekitar. Selain itu, masyarakat sekitar yang bermatapencaharian sebagai nelayan juga menjadikan pantai ini sebagai tepat berlabuh untuk perahu-perahu mereka serta melakukan berbagai aktivitas terkait matapencaharianya tersebut. Selain itu, Pantai Yeh Gangga juga menjadi tempat pelaksanaan upacara Melasti yang dilakukan setahun sekali dalam rangkaian Hari Raya Nyepi. Hingga saat ini aktivitas tersebut masih berlangsung seperti layaknya puluhan tahun lalu. Bahkan pengunjung pantai Yeh Gangga saat ini tidak hanya masyarakat sekitar, melainkan dari berbagai daerah.

Seiring dengan berkembangnya zaman, aktivitas di pantai inipun mengalami perkembangan. Olah raga selacar atau yang kita kenal dengan surfing pada awalnya merupakan olah raga yang dikenalkan oleh wisatawan asing. Namun dewasa ini, masyarakat lokal terutama genarasi muda di sekitar pantai ini juga telah mahir melakukan oleh raga tersebut. Pihak desa juga telah menyiapkan jogging track di sepanjang garis pantai untuk menunjang aktivitas masyarakat yang mana saat ini sudah semakin sadar akan pentingnya menjaga kebugaran. Dekat dengan aeral parkir juga tersedia warung-warung kecil yang menjual berbagai makan ringan.

Lalu uniquenessnya dimana?


Pantai ini memiliki sebuah batu karang yang cukup besar dengan lubang di tengah-tengahnya. Uniknya lubang batu karang tersebut berentuk menyerupai hati. Hal inilah yang menjadi ciri khas Pantai Yeh Gangga yang tidak akan bisa ditemukan di tempat lainnya. Batu karang ini akan semakin mempesona ritatkala sang surya mulai terbenam di ujung barat. 

https://www.flickr.com/photos/tropicaliving/

for more information just click the link below:
Explore Tabanan Ep. 2

one more thing!
don't ever take anything but pictures, and don't ever leave anything but footprints. be a good traveller :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pancoran Solas

Bali memiliki berbagai tradisi yang menjadikannya begitu unik bagi para wisatawan. Salah satu tradisi yang sering dilakukan oleh masyarakat Bali adalah “Melukat”. Melukat sendiri merupakan sebuah ritual pembersihan diri dari berbagai hal negatif. Istilah lain dari Melukat tersebut adalah ruwatan. Melukat biasanya dilakukan pada sumber air yang disucikan. Masyarakat Bali mengenal beberapa tempat melukat yang telah umum dikunjungi seperti Tirta Empul di Tampak Siring - Gianyar, Sebatu – Gianyar dan Tirta Sudamala – Bangli. Selain tiga tempat tersebut sejatinya masih banyak tempat melukat lain yang belum banyak diketahui oleh masyarakat Bali. Salah satunya terdapat di Kabupaten Tabanan yang bernama Pancoran Solas.


Pancoran Solas termasuk dalam wilayah administratif dari Desa Batannnyuh, Kecamatan Marga. Belum banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan Pancoran Solas ini. Bagi yang baru pertama berkunjung mungkin agak susah menemukannya karena belum ada penunjuk arah ke tempat tersebut.

Untuk mencapai Pancoran Solas, pengunjung dapat menuju ke pasar Belayu. Dari pasar tersebut pengunjung dapat menuju ke arah utara melalui jalan Wisnu. Dengan menempuh jarak sekitar 1,5 km anda akan menjumpai sebuah bengkel las kecil di kanan jalan. Sebelah utara bengkel las tersebut terdapat sebuah jalan setapak kecil ke arah timur. Jalan tersebut dapat dilalui sebah mobil. Namun disarankan agar pengguna kendaraan roda 4 untuk memarkirkan kendaarannya di pinggir jalan utama karena tidak terdapat tempat parkir. Anda akan melalui jalan setapak tersebut dengan menempuh jarak sekitar 400 m. Di ujung jalan anda akan menemukan tangga turun menuju sungai. Namun, sebelum tangga tersebut anda akan menjumpai jalan tanah kecil ke utara. Jalan tanah inilah yang harus anda lalui, dengan berjalan kaki sekitar 250 m. Di ujung jalan tanah tersebut anda akan menemui sebuah gubuk beratapkan asbes dan sebelah utara gubuk tersebut jalan akan membelok ke arah kanan menuju sungai. Dari pinggir sungai akan terlihat Pancoran Solas yang berlokasi di seberang sungai tersebut.


Untuk melukat tentu anda harus menyeberang sungi terlebih dahulu. Air sungai ini sangat jernih, jadi anda dapat lebih mudah mengetahui kedalamannya. Kendati demikian anda tetap harus berhati-hati agar tidak terjadi hal-hal yng tidak diinginkan.


Kodisi Pancoran Solas masih sangat alami. Airnyapun begitu jernih dan sejuk. Seperti namanya tempat ini memang memiliki 11 pancuran dengan ketinggian yang bervariasi. Pada areal ini juga terdapat beberapa arca perwujudan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di tempat tersebut. Karena belum dikenal masyarakat membuat suasana di tempat ini begitu sunyi dan tanang. Bahkan pada saat hari sucipun, tempat ini tidak terlalu ramai. Mengingat Pancoran Solas merupakan tempat yang disucikan, maka pemedek seyogyanya selalu menjada kesucian pikiran, perkataan dan perbuatan.

Mari kita jaga alam kita agar tetap lestari sebagai warisan untuk generasi di masa depan. J

Untuk gambaran yang lebih jelas anda dapat menyaksikan video pada link berikut:

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Air Terjun Pengempu

Siapa yang tidak mengenal daya tarik wisata Sangeh. Daya tarik wisata ini terkenal dengan kera dan hutan Palanya. Selain itu pohon yang dikenal sebagai pohon Lanang Wadon juga menjadi daya tarik tersendiri di hutan kera tersebut. Tapi tahukah anda jika dekat dengan daya tarik wisata Sangeh terdapat sebuah air terjun?

Air Terjun Peng Empu. Itulah nama air terjun yang terletak di Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Meski berdekatan dengan daya tarik wisata Sangeh, namun air terjun ini terletak di Kabupaten yang berbeda. Pasalnya air terjun ini tepat berada di perbatasan antara Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Badung.

Akses menuju air terjun ini sangat mudah dengan kulitas jalan yang baik. Dari arah denpasar, setelah melewati daya tarik wisata Sangeh, maka anda akan menemui pertigaan. Di sini anda harus belok kiri menuju arah barat. Anda akan menemui jembatan dan sampai di persimpangan (perempatan). Pada persimpangan tersebut anda harus belok kanan menuju arah utara. Tak jauh dari persimpangan tersebut anda akan kembali menemui persimpangan dengan penunjuk arah menuju ke Air Terjun Peng Empu.


Dengan adanya antusias masyarakat yang ingin mengunjungi daya tarik wisata ini, maka pihak Desa Cau Belayu pun melakukan pengelolaan terhadap aset yang mereka miliki. Saat ini (Desember 2015) masyarakat yang berkunjung ke Air Terjun Peng Empu tidak dikenakan tiket masuk, melainkan hanya berupa Dana Punia atau sumbangan suka rela. Sama dengan karakteristik air terjun lainnya, untuk menuju air terjun ini pengunjung harus menuruni anak tangga terlebih dahulu. Baiknya anak tangga menuju air terjun ini tidaklah banyak, jadi tidak terlalu menguras tenaga. 


Air Terjun Peng Empu memiliki ketinggian sekitar 15 – 20 meter dengan debit air yang kecil. Kondisi lingkungan sekitarnya masih sangat alami. Di dekat air terjun ini juga terdapat pancuran kecil yang berfungsi sebagai tempat melukat. Jadi para pengunjung diharapkan berkunjung dengan pakaian yang sopan serta dapat menjaga tingkah laku dan tutur kata saat berkunjung ke air terjun ini.



Untuk menjaga kebersihan lingkungan, pengelola juga telah menyiapkan tempat sampat di areal air terjun. Jadi tidak ada alasan lagi untuk membuang sampah secara sembarangan ya guyss. Mari menjadi smart traveller dengan ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pada setiap tempat yang kita kunjungi. And rember guys “Don’t take anything but picture and don’t leave anything but foot prints”. Be a smart traveller J

Watch the video on link below : 
http://m.vidio.com/watch/217645-explore-tabanan-ep-1

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sleeping Buddha at Vihara Dharma Giri

Bicara tentang Bali tidak memulu harus pantai, tidak melulu harus pura, tidak melulu harus alam, budaya dan berbagai daya tarik yang biasa kita kenal. Bali memang tidak ada habisnya untuk dieksplorasi. Pasalnya, di pulau dengan mayoritas masyarakat Hindu ini, seluruh lapisan masyarakat dari berbagai ras, suku dan agama bisa hidup saling berdampingan dengan rukun dan damai. Terdapat berbagai tempat dan tradisi di Bali yang dapat mencerminkan hal tersebut. Pada tahun 2011, World Peace Committe menobatkan Bali sebagai Pulau Perdamaian Dunia.

Hal tersebut juga dapat dirasakan di Desa Pupuan, Kecamatan Pupuan, Tabanan. Di desa yang dilintasi jalur Denpasar – Pupuan – Singaraja tersebut terdapat sebuah vihara besar sebagai tempat peribadatan umat Budha yang bernama “Vihara Dharma Giri”. Untuk mencapai vihara ini tidaklah sulit karena berada di jalur utama menuju Munduk, Singaraja. selain itu, Vihara Dharma Giri juga dapat dicari menggunakan aplikasi Google Maps dengan rute yang akurat.


Sama halnya dengan vihara lainnya, vihara ini memang berfungsi sebagi tempat suci bagi umat Budha. Namun terdapat sebuah keunikan yang menjadikannya lebih menarik. Pada vihara ini terdapat sebuah patung dengan ukuran yang besar. Patung tersebut adalah patung Budha tidur atau sleeping Budha.

  

Patung Budha tidur memang banyak dijumpai baik di dalam ataupun di luar negeri. Namun ptung Budha tidur yang terletak di Tabanan ini memiliki keunikan tersendiri. Bagi anda yang ingin berkunjung ke Vihara Dharma Giri diharapkan agar menggunakan pakaian yang sopan mengingat vihara merupakan tempat suci. Gunakanlah celana panjang, atau kalau tidak anda diwajibkan untuk menggunakan kain sebagi penutup kaki anda. Patung Budha tidur di vihara ini terletak di luar ruangan. Di depan patung ini disediakan tepat yang cukup luas dengan lantai yang terbuat dari kayu. Untuk memasuki areal ini anda diwajibkan untuk melepas alas kaki untuk mejaga kebersihan dan kesucian areal ini. Nah menariknya, ketika anda memasuki areal ini, anda tidak hanya dapat melihat pahatan patung Budha yang begitu indah, melainkan juga disuguhi pemandangan pegunungan yang semakin menyejukkan hati.


Di areal vihara ini juga terdapat sebuah prasasti yang bernama Prasasti Ashoka. Pada prasasti tersebut juga terdapat sebuah tiang beton yang menjulang dengan patung Singa sebagai mahkotanya. Jika anda merasa bingung ketika memasuki vihara ini, jangan sungkan untuk bertanya kepada pengurus vihara, karena mereka akan menyambut anda dengan ramah dan hangat.


Satu hal perlu diingat saat anda berkunjung ke Vihara Dharma Giri atau tempat-tempat suci lainnya adalah, gunakanlah pakaian yang sopan serta jagalah tingkah laku serta ucapan anda mengingat tempat tersebut merupakan tempat yang disucikan. Be a good traveller J

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pujungan Waterfall


Not so far from my home (in Tabanan, Bali), you can find so many tourist destination. Beaches, temples or even cultural performances. But now, I would tell you a natural based attraction located in Pujungan Village, Pupuan District and Tabanan Regency, about 2 – 3 hours drive from Denpasar City.

Pujungan village located in a highland near Mount Batukaru, about 750m – 1.300m above sea level. This condition make the village has fresh air. Same with other villages in Bali, majority of Pujungan Villagers are Hinduism and their activities also influences by Hindus ritual.

Actually Pujungan Village has some potential tourist attractions. But until now, only a view tourist know about it. Pujungan village has a beautiful waterfall which the name is the same with the village. The height of Pujungan waterfall is abour 25m with a very beautiful surrounding. Near of the waterfall also found an old temple.


To reach this waterfall, you can follow the Jalan Denpasar – Gilimanuk main road. Then, turn right to Jalan Antosari Pupuan (road to Munduk – Singaraja). You can find it on map (use digital map for more accurate). Follow the road to Pujungan Village. There will be a signage to Pujungan Waterfall near a motor cycle show room. Follow the road till you find a bit uphill way on right side and way down on the left side. It’s about 500 m from the main road. Here you can’t use your motor cycle anymore. Take the uphill way and walk by following the dirt road for about 600 m with coffee plantation surrounding, and you’ll find the treasure J.




.Not just a waterfall, Pujungan village also has peaceful place for meditation. Not so far from the waterfall, there is a holly place with Shiva and Sarasvati statue. Because of it’s a holly place (there’s also found a temple), not all people can enter that place. If you want to go there, please prepare a sarong and ask local people for permission. The way to that place is a bit hard, because of the road is damaged. But you still can use your motorcycle until in front of the temple (Car is not recommended).




Please visit : http://youtu.be/K2AWd9BSa4c for documentation video.

Well guys, that’s my short experiences at Pujungan Village. Just left nothing but foot print and don’t take anything except photos. Be a good travelers guys J.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Puri Kerambitan

Puri Gede Kerambitan

            Sebelum menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia, wilayah Nusantara memang merupakan wilayah kerajaan. Yang terdiri dari berbagai kerajaan dari Sabang hingga Merauke. Tak terkecuali di Pulau Bali, ada banyak kerajaan yang menguasai pulau yang sekarang dijuluki Pulau Dewata tersebut. Salah satu kerajaan yang terdapat di Bali yakni Puri Gede Kerambitan.
            Secara geografis Puri Gede Kerambitan terletak di wilayah Desa Kerambitan, Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan. Puri Gede Kerambitan terletak ± 4 km dari kota Kecamatan Kerambitan, ± 6 km dari Kota Tabanan, ± 40 km dari Denpasar, ± 38 km dari Bandara Internasional Ngurah Rai, ± 42 km dari Pelabuhan Benoa dan sekitar 3 km dari akomodasi terdekat yang terdapat di Desa Kelating.
            Puri dalam bahasa Bali berarti kerajaan. Jadi Puri Gede Kerambitan merupakan nama dari sebuah kerajaan yang berlokasi di daerah Kerambitan. Lokasi Puri tersebut berada di pinggir jalan yang berseberangan dengan pasar tradisional Kerambitan.
            Bila dilihat dari sisi sejarah, puri ini pada mulanya merupakan hadiah dari Raja Tabanan. Beliau menganugerahkan sebuah puri namun dengan satu syarat. Puri tersebut harus dibangun di dearah yang menyemburkan asap. Setelah di cari – cari, akhirnya terlihatlah asap yang menyembur dari dalam tanah. Di sekeliling asap tersebut banyak terdapat pohon “Kara” yaitu jenis kacang – kacangan karena pada saat itu memang musimnya. Hal inilah yang menjadi asal mula dari nama Kerambitan yang terdiri dari dua kata yaitu Kara dan Embitan. Di mana “Kara” merupakan nama kacang-kacangan yang tumbuh di sekitar asap tersebut dan “Embitan” berarti musim. Dari dua kata itulah kemuadian muncul kata Kerambitan yang menjadi nama dearah tersebut hingga sekarang.
            Tanah yang mengeluarkan asap tersebut kemudian digali hingga terlihat sebuah patung yang tertanam. Patung tersebut kemudian diberi nama “Jero Dukuh”. Di lokasi tersebut, kemudian dibangun sebuah pelinngih Padma Sari. Dan di areal tersebut kemudian di bangun puri yang megah sesuai dengan titah Raja Tabanan pada waktu itu.
            Puri Gede Kerambitan merupakan tonggak perjuangan rakyat Kerambitan pada zaman penjajahan. Hal ini terbukti dengan peninggalan berupa bangunan – bangunan yang memiliki fungsi penting pada zaman tersebut. Areal puri yang luasnya mencapai 3,5 Ha tersebut dibagi menjadi lima areal.
            Pintu masuk utamanya berupa Candi Bentar (Apit Lawang). Setelah memasuki pintu tersebut, maka akan ada halaman yang berbama Ancak Saji. Areal ini merupakan bagian terluar dari puri. Pada zaman dahulu areal ini berfungsi sebagai tempat bertemunya keluarga puri dengan masyarakat. Dewasa ini, areal ini difungsikan sebagai tempat menyambut tamu yang berkunjung ke puri dan juga sebagai tempat pementasan kesenian.
            Areal kedua bernama “Cangkem Kodok”. Areal ini berlokasi di sebelah areal “Ancak Saji”. Pada zaman dahulu areal ini berfungsi sebagai tempat berkumpulnya para prajurit sebelum berangkat ke medan perang. Namun sekarang, areal ini dialih fungsikan sebagai tempat parkir.
            Areal ketiga diberi nama “Tandeg”. Lokasinya berada di sebelah timur areal “Ancak Saji”, dan dipisahkan oleh Kori Agung (Pintu Masuk Kerajaan). Jadi areal “Tandeg” ini sudah lebih di dalam dari pada “Ancak Saji”. Areal ini berfungsi sebagai tempat beristirahat para prajurit yang baru tiba dari medan pertempuran.
Kori Agung

            Areal keempat bernama “Tandaan”. Berlokasi di sebelah utara areal “Tandeg”. Areal ini difungsikan sebagai tempat sang raja menerima tamu yang berkunjung ke Puri Gede Kerambitan. Areal “Tandaan” ini dikelilingi oleh 4 buah Kori (pintu masuk). Di sebelah selatan merupakan pintu yang menghubungkannya dengan areal “Tandeg”, di sebelah barat adalah pintu yang mehubungkannya dengan Pura Batur, di mana Pura Batur ini adalah tempat berstananya Atman (roh) dari raja – raja yang pernah memimpin Puri Gede Kerambitan. Hingga saat ini telah terdapat 7 raja yang rohnya disemayamkan di Pura Batur ini. Sedangkan roh anggota kerajaan lainnya yang telah meninggal distanakan di Merajan Agung yang terdapat di “Jeroan” atau areal utama puri. Di sisi timur merupakan kori yang menghubungkan areal “Tandaan” dengan jeroan puri. Sedangkan di sisi utara terdapat sebuah kori yang menghubungkannya dengan Saren Agung.
            Di Saren Agung inilah asap tersebut keluar. Di areal Saren Agung terdapat beberapa buah bangunan yaitu :
·         Saren Tegeh berfungsi sebagai tenpat menyimpan pusaka. Saren Tegeh ini memiliki 3 buah kunci. Apa bila salah satu saja dari tiga kunci tersebut tidak ada, maka pintu Saren Tegeh tersebut tidak dapat dibuka.
·         Singasari, merupakan sebuah tempat untuk menyelenggarakan upacara Manusa Yadnya.
·         Bale Dangin, berfungsi sebagai tempat “Ngekeb” untuk upcara akil balik.
·         Bale Gede merupakan tempat menyemayamkan jenazah Raja yang menggal sebelum dilaksanakan upacara Ngaben. Bale ini hanya khusus untuk raja. Jadi, apabila ada anggota keluarga kerjaan lain yang meninggal maka akan disemayamkan di Bale yang berlokasi di jeroan puri.
Bale Gede

            Dewasa ini, puri atau kerajaan memang tidak memiliki fungsi seperti zaman dahulu. Namun keberadaan puri masih sangat diperlukan, terutama berkaitan dengan adat istiadat. Keberadaan puri juga patut dilestarikan sebagai peninggalan sejarah serta budaya yang tak ternilai harganya.
            Untuk tetap melestarikan budaya leluhur serta memperkenalkan puri kepada masyarakat luas serta wisatawan, maka pihak Puri Gede Kerambitan membuka puri agar dapat dikunjungi masyarakat umum dengan adanya paket wisata puri.
            Wisatawan yang berkunjung ke puri akan disambut dengan tradisi penyambutan yang telah ada sejak dahulu. Ketika akan memasuki areal puri, wisatawan akan disambut oleh beberapa orang penari yang menaburkan bunga dan juga diiringi dengan gamelan tradisional berupa Gong dan Okokan. Ketika memasuki areal “Ancak Saji”, wisatawan akan disambut dengan segelas welcome drink dan beberapa anggota keluarga puri telah menanti di sana.
            Selanjutnya wisatwan akan disuguhi beberapa atraksi kesenian seperti :
  • Okokan, merupakan alat music yang terbuat dari kayu dan berbentuk seperti kalung sapi. Okokan ini berfungsi untuk menghalau kekuatan negatif dan mengembalikannya ke asalnya sehingga tidak mengganggu jalannya upacara selanjutnya.

  • Tari Pendet, tarian ini dibawakan oleh 7 orang penari dengan membawa sebokor Bungan yang kemudian ditaburkan kea rah wisatawan. Tarian ini merupakan perlambang dari turunnya bidadari.

  •       Tari Topeng, yang melambangkan Maha Patih puri. Maha Patih ini bertugas untuk menemui para tamu untuk menanyaka maksud kedatangannya ke Puri Gede Kerambitan.

  •        Kendang Bebarung, merupakan gamelan tradisional yang haynya terdiri dari beberapa buah kendang. Pada zaman dahulu gamelan ini berfungsi untuk memberikan semangat kepada para prajurit yang akan pergi berperang.

  •     Show Pengantin, merupakan sebuah acara yang menunjukkan pakain yang biasanya digunakan oleh keluarga kerajaan.

  •      Tari Calonarang, merupakan tarian sakral yang berlatar belakang dari kisah kerajaan Kediri di Jawa Timur. Tarian ini mengisahkan peetempuran antara kekuatan baik melawan kekuatan jahat. Tarian ini tidak jauh berbeda kisahnya dengan Tari Barong yang dikomersilkan.

            Setelah menyaksikan semua pertunjukan tersebut dan telah selesai berkeliling di Puri Gede Kerambitan, maka dilanjutkan dengan acara makan malam di areal jeroan puri. Makanan yang disediakan pun merupakan makanan khas Bali. Di tambah dengan sayuran khas daerah Tabanan yang bernama Sayur Gonde.
            Setelah selesai makan, wasatawan juga diajak untuk menari bersama dengan para penari pendet tersebut dengan diiringi alunan gamelan Bali yang bernama rindik. Tarian ini bernama tari joged. Tidak ada aturan apaun dalam tarian ini. Wisatawan bebas berekspresi sesuai dengan keinginananya. Konon katanya bila tidak mau diajak menari joged tersebut, maka akan sulit menemukan jodohnya.
            Bila anda sudah terbiasa mengunjungi tempat wisata alam atau buatan, wisata puri mungkin dapat menjadi salah satu referensi untuk kegiatan wisata anda selanjutnya. Jadi tunggu apa lagi? Mari ajak teman – teman atau sanak saudara anda untuk menikmati suasana kerajaan dengan tradisi adat dan kesenian yang khas di Puri Gede Kerambitan, Tabanan – Bali. J


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jatiluwih Waterfall

Jatiluwih Waterfall

            Pesona alam Desa Jatiluwih memang telah terhosor sejak dulu, tidak hanya di Nusantara, tapi juga di kancah mancanegara. Pegunungan Batukaru yang membentang, hamparan sawah dengan Padi Bali dan terasering nan indah, udara yang segar, hingga luatan biru nan luas di kejauhan akan memanjakan setiap wisatawan yang mengunjungi tempat ini.
            Jatiluwih merupan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Berjarak sekitar 60 km dari Denpasar dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam hingga 2 jam perjalanan.



          Di balik semua keindahan yang biasa dinikmati pengunjung selama ini, ternyata Jatiluwih masih menyimpan pesona alam lainnya. Tak jauh dari jalan utama Jatiluwih, atau sektar 1 km dari daya tarik wisata Jatiluwih tepatnya di kawasan Mekayu - Desa Jatiluwih, terdapat sebuah air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 5 meter. Air terjun ini memang belum ter-expose. Sehingga belum banyak yang mengetahui keberadaannya.


            Untuk mencapai air terjun ini, pengunjung harus menuruni beberapa anak tangga dan mengikuti jalan setapak di pinggiran hamparan persawahan. Sebelum mencapai air terjun, pengunjung juga akan melalui jalan setapak di pinggir sungai dengan air yang begitu jernih dan bersih. Tidak seperti air terjun lain yang biasanya membutuhkan perjuangan untuk mencapainya, air terjun di Jatiluwih ini tergolong sangat mudah dijangkau.


            Di dekat air terjun juga telah ditata dengan dibuatkan taman sedemikian rupa yang menjadikan air terjun ini semakin cantik. Airnya yang begitu jernih dan udara yang sangat sejuk membuat suasana di sekitar air terjun begitu nyaman dan damai. Sehingga sangat cocok untuk menenangkan diri dari hiruk pikuk kesibukan sehari – hari.



            Karena belum dikelola sebagai daya tarik wisata, pengunjung yang ingin menikmati suasana air terjun ini tidak dipungut biaya apapun. Jadi, tunggu apa lagi? Mari berwisata ke Jatiluwih J

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Desa Belimbing

Belimbing Harmony
The Harmonious Nature, People and Culture


Terletak di Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, sekitar 65 km dari Denpasar, Desa Belimbing merupakan sebuah desa yang masih asri dengan bentang alam nan indah, penduduk yang ramah serta budaya yang masih terjaga dengan baik. Meskipun letaknya cukup jauh dari pusat pariwsata Bali seperti Sanur, Kuta atau Nusa Dua, Desa Belimbing memiliki potensi yang cukup besar untuk dijadikan sebagai sebuah destinasi wisata mengingat wilayahnya berada pada jalur utama di Bali yakni jalur Denpasar – Singaraja (Munduk) dan juga Denpasar - Jembrana.


Desa Belimbing merupakan desa yang berada di wilayah pegunungan dengan kondisi wilayah yang berbukit-bukit dengan ketinggian mencapai 700 mdpl. Luas wilayah desa ini mencapai 2.606,66 ha dengan bentang alam yang indah serta berbagai potensi yang dimilikinya seperti persawahan, perkebunan hingga budaya masyarakatnya.

Dengan berbagai potensi yang dimilikinya, Desa Belimbing ditetapkan sebagai desa wisata pada tahun 2010. Desa Belimbing juga telah memiliki Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dengan anggota sekitar 15 – 20 orang yang diambil dari masing – masing banjar. Pokdarwis ini baru terbentuk sekitar 4 bulan lalu dan sampai saat ini masih dalam tahap edukasi dan pemantapan sumber daya.
Uniknya, bila desa wisata pada umumnya hanya memiliki beberapa potensi wisata, Desa Belimbing justru memiliki begitu banyak potensi wisata yang dapat di kemas menjadi produk wisata. Trekking misalnya, bila desa wisata biasanya memiliki 1 - 3 jalur trekking, Desa Belimbing memiliki 8 jalur trekking yang masih bisa dipecah – pecah lagi. 8 Jalur trekking tersebut antara lain :
1.      Mekori – Gemuh
Pada jalur ini wisatawan dapat menikmati perkebunan warga yang juga akan disuguhkan dengan atraksi berupa pembuatan “Tuak Manis” dan gula aren.
2.      Suradadi
Pada jalur ini wisatawan juga akan melewati perkebunan warga serta pemukiman penduduk. Di sini wistawan dapat berinteraksi dan menyaksikan keseharian masyarakat Desa Belimbing.
3.      Wana Sepi
Pada jalur ini wisatawan akan disuguhi pemandangan persawahan. Selain trekking, pada jalur ini juga dapat dilakukan kegiatan cycling.
4.      Subak Mas
Jalur Subak Mas ini juga menawarkan hamparan persawahan warga. Di sini wisatawan dapat menyaksikan petani Desa Belimbing menggarap sawahnya dengan peralatan tradisional. Kedepannya wisatawan juga akan dapat meraskan kegiatan penggarapan sawah secara tradisional tersebut secara langsung. Yang juga ditonjolkan di jalur ini adalah kegiatan upacara di sawah.
5.      Tepen Tabah
Pada jalur ini wisatawan juga akan diguhkan atraksi yang hampir sama dengan jalur Subak Mas namun tentunya dengan panorama alam yang berbeda.
6.      Mekori – Singsing Bemben
Pada jalur ini wisatawan dapat menikmati rindangnya Hutan Mekori dengan kera – keranya. Wisatwan juga akan diajak mengunjungi air terjun Singsing Bemben.
7.      Duren Taluh – Singsing Sade
Wisatawan yang menapaki jalur Duren Taluh – Singsing Sade ini akan diajak menyisiri persawahan dan perkebunan warga dan juga akan diajak mengunjungi air terjun Singsing Sade.
8.      Yeh Mapah
Jalur ini merupakan jalur yang cukup ekstrim, dikeranakan oleh kondisi geografisnya. Namun dibalik itu, wisatawan akan disuguhkan panorama alam yang indah.

Desa Belimbing juga memiliki dua buah air terjun yang bernama Singsing Sade dan Singsing Bemben. Selain kedua air terjun tersebut desa ini juga memiliki beberapa sumber mata air yang disucikan dan menurut kepercayaaan masyarakat setempat memiliki fungsi yang berbeda – beda antara yang satu dengan yang lainnya.

Tak hanya sampai di situ, Desa Belimbing juga memiliki hamparan persawahan nan luas dengan terasering yang memukau tak kalah dengan Jatiluih. Di kawasan Hutan Mekori yang juga merupakan wilayah dari Desa Belimbing terdapat 400 jenis pohon termasuk di dalamnya beberapa jenis pohon langka. Di kawasan Hutan Mekori tersebut juga terdapat kupu – kupu endemik yang konon hanya terdapat di kawasan hutan tersebut. Kupu – kupu ini memiliki corak yang indah dengan warna hitam dan putih.
Tak legkap rasanya bila mengunjungi suatu daerah namun tidak mencicipi masakan khas daerah tersebut. Desa Belimbing memiliki khasanah kuliner yang beragam. Mulai dari Entil, Sela Melablab hingga Tuak Manis.
·         Entil
Merupakan beras yang dimasak yang dibungkus dengan daun Lingidi.
·         Sela Melablab
Merupakan ketela pohon yang direbus menggunakan air aren. Sehinnga memiliki cita rasa yang unik.
·         Tuak Manis
Terbuat dari air aren (nira).
·         Teh Herbal
Terbuat dari rempah – rempah berupa sereh, pandan, jahe yang ditambah dengan gula arean.
·         Bambu Tabah
Kuliner ini terbuat dari rebung yang diolah dengan cara tradisional yakni dibakar ditambahkan cabai dan bawang putih dan juga perasan jeruk limau.

Dengan berbagai potensi yang dimilikinya dipadu dengan keramah – tamahan penduduknya, membuat setiap orang yang berkunjung ke desa ini merasa berada di rumah sendiri. Jadi jika anda berkunjung ke Bali, sempatkanlah berkunjung ke Desa Belimbing J

Desa Belimbing dalam video : http://youtu.be/vSD6Us43Gjw

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tabanan


Kabupaten Tabanan

Tabanan merupakan salah satu dari 9 kota yang ada di Bali. Kabupaten ini terletak di belahan Bali bagian selatan di mana sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Buleleng, timur berbatasan dengan Kabupaten Badung, selatan berbatasan dengan Samudra Indonesia dan barat berbatasan dengan Kabupaten Jembrana.

Kabupaten Tabanan dikenal sebagai lumbung berasnya Bali. Karena sejak dahulu kabupaten ini memang memiliki areal persawahan yang sangat luas. Terutama di daerah Jatiluwih yang terkenal dengan terasering dan padi Balinya. Berkenaan dengan hal tersebut, tak jauh dari ibu kota kabupaten ini yaitu kota Tabanan, juga dibangun sebuah meseum yang bernama Museum Subak. Museum ini menyimpan berbagai benda yang digunakan petani saat mengolah sawahnya.

Selain dari hasil pertanian dan perkebunan, sumber penghasilan dari Kabupaten Tabanan juga berasal dari pariwisata. Baik itu dari daya tarik wisata dan juga sektor pariwisata lainnya sepirti hotel, resataurant, villa dan lain – lain baik yang dikelola oleh pemerintah sendiri maupun yang dikelola oleh swasta. Kabupaten Tabanan memiliki banyak sumber daya alam yang dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata. Daya tarik wisata yang sudah berkembang dan sering dikunjungi oleh wisatawan seperti:

 v  Tanah Lot

Tanah Lot terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri berjarak ± 35 km atau 45 menit dari Denpasar. Tanah Lot merupakan sebuah Pura yang terletak di atas sebuah batu karang yang cukup besar.  Sebagai sebuah tempat suci, Pura Tanah Lot juga memiliki hari Piodalan yang diperingati setiap 6 bulan sekali yaitu pada hari Rabu Wage Langkir, atau 4 hari setelah Kuningan. Pura Tanah Lot juga kerap dijadikan sebagi tempat pelaksaan upacara Melasti yang diadakan sebelum Hari Raya Nyepi. Tanah Lot sendiri dibangun pada Abad ke 16 oleh Dang Hyang Nirartha yaitu seoarang Maha Rsi yang berasal dari Kerajaan Majapahit di Jawa Timur.

Kondisinya yang terletak di pinggir pantai ditambah dengan pemandangan sunset sebagai latarnya, membuat pemandangan di Pura Tanah Lot ini begitu mempesona. Apa lagi ketika air laut pasang, pura ini terlihat terpisah dari daratan. Jadi Tanah Lot paling pas dikunjungi ketika matahari mulai condong ke barat. Apalagi menikmati pemandangan tersebut sembari menyantap makanan di restaurant yang berada di sebelah utaranya.
Picture
Photobucket

Sebagai sebuah destinasi yang dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai negara, Tanah Lot juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas di sekitarnya, seperti hotel, restaurant, art shop, toilet, pos polisi, parkir, wantilan dll.


v  Ulun Danu Beratan
Ulun Danu Beratan merupakan sebuah pura yang terletak di hulu Danau Beratan. Terletak di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, dengan ketinggian ± 1.231 mdpl dan berjarak sekitar 50 Km atau sekitar 90 menit dari Denpasar. Pura Ulun Danu Beratan merupakan salah satu pura Kahyangan Jagat di Bali. Berbeda dengan pura – pura pada umumnya, Pura Ulun Danu ini terletak di danau Beratan itu sendiri. Jadi, ga sembarang orang bisa masuk ke Pura ini, hanya pemangku puralah yang biasa keluar masuk. Untuk mencapainya, dibuatkan semacam jembatan yang tidak permanen, cara lainnya adalah menggunakan perahu. Untuk umat Hindu yang ingin bersembahyang, bisa dilakukan di Pura yang berada di daratan.
Picture
Photobucket


Danau Beratan sendiri merupakan salah satu dari 4 danau yang ada di Bali. Danau ini terletak di bagian utara Kabupaten Tabanan dekat dengan perbatasan Tabanan – Buleleng. Danau Beratan memiliki luas sekitar 3,8 km2. Danau Beratan dijadikan sebagai daerah resapan dan sumber air bagi Subak (persawahan) yang ada di kabupaten Tabanan. Udaranya yang sejuk ditambah dengan pemandangan yang mempesona membuat danau ini sangat cocok dijadikan tempat untuk merefresh pikiran.


v  Kebun Raya Eka Karya

Kebun raya ini merupakan satu – satunya kebun raya yang ada di Bali. Kebun raya seluas 157.5Ha ini terletak di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti. Kebun Raya ini masih bersebelahan dengan Danau Beratan dan Kawasan Bedugul, dengan jarak ± 50 km atau 90 menit dari Denpasar. Kebun yang berdiri sejak 15 Juli 1959 ini dihuni lebih dari 2000 spesies tanaman. Kebun ini merupakan kebun raya pertama yang didirikan oleh putra bangsa Indonesia. Pengelolaannya dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan secara struktur organisasi berada di bawah pembinaan Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor.
Picture
Photobucket

Kebun Raya Eka Karya Bali memiliki beberapa koleksi tanaman yang dikelompokkan berdasarkan kekerabatannya. Selain dikoleksi, jenis–jenis tanaman tersebut juga diupayakan penelitian dan pengembangannya. Beberapa koleksi yang ada di antaranya mencakup anggrek, kaktus, paku/pakis, bambu, dan palma.


v  Bedugul

Bedugul merupakan sebuah kawasan yang ada di Desa Baturiti. Kawasan ini berada dekat dengan Ulun Danu Beratan. Saking terkenalnya, Danau Beratan juga sering disebut – sebut Danau Bedugul. Bahkan, masyarakat Bali sendiri apa bila ingin mengunjungi Danau Beratan atau Kebun Raya Eka Karya, mereka hanya bilang pergi ke Bedugul. Padahal menurut SK Bupati no. 470 tahun 1998 tetntang daya tarik wisata menegaskan bahwa Bedugul dibedakan dengan Danau Beratan atau pun Kebun Raya Eka Karya.

Di aeral Bedugul ini terdapat beberapa penginapan dan juga rumah makan. Selain itu juga terdapat sebuah pasar tradisional yang bernama Pasar Baturiti. Lokasinya persis di sebelah persimpangan dari arah Denpasar menuju ke kebun raya atau Danau Beratan, dengan ciri khas patung jagung di tengah – tengahnya. Pasar ini  merupakan pasar wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Bedugul, Kebun Raya ataupun Danau Beratan.

Picture
Photobucket

Picture
Photobucket



Di Pasar Candi Kuning ini dijual berbagai kebutuhan sehari – hari yang sebagian besar didatangkan langsung dari perkebunan petani di sekitar kawasan Bedugul. Yang paling sering dicari wisatawan adalah buah Strawberry. Selain itu juga ada kerupuk yang terbuat dari singkong yang dububuhi gula merah di atasnya. Selain makanan, di pasar ini juga dijual berbagai tanaman hias dan juga berbagai jenis barang – barang kesinian khas Bali.


v  Alas Kedaton
Alas Kedaton merupakan salah satu hunian bagi para monyet yang terletak di Kabupaten Tabanan. Kawasan hutan seluas 12 Ha ini terletak di Desa Kukuh, Kecamatan Marga. Berjarak sekitar 30 Km atau ± 40 menit dari Deanpasar, Alas Kedaton begitu mudah dicapai dengan melalui Jalan Raya Deanpasar – Gilimanuk kemudian menuju arah utara di persimpangan Kediri.
Picture
Photobucket
Picture
Photobucket

Selain dihuni oleh monyet, Alas Kedaton juga dihuni oleh kelelawar besar / kalong yang biasanya bergelantungan di pepohonan di dekat Pura Alas Kedaton. Pura kedaton memiliki empat pintu masuk ke dalam Pura yaitu dari barat yang merupakan pintu masuk utama yang lainnya dari Utara, Timur dan dari Selatan yang ke semuanya menuju ke halaman tengah. Berbeda dengan pura - pura lainnya yang ada di Bali. Keunikan yang kedua adalah halaman pura Alas kedaton dalam yang merupakan tempat paling di sucikan berada lebih rendah dari halaman tengah dan luar.


v  Jatiluwih

Jatiluwih merupakan nama sebuah desa di Kecamatan Penebel. Desa ini terletak ± 58 km atau sekitar  75 menit sampai 2 jam dari Denpasar tergantung kondisi di jalan. Di wilayah Desa Jatiluwih tersebut terdapat hamparan persawahan yang terbentang luas dengan padi Bali dan teraseringnya yang begitu mengagumkan disertai dengan pegunungan sebagai latarnya, membuat Jatiluwih sangat mempesona.

Letaknya yang berada di kaki Gunung Batukaru dengan ketinggian ± 700 mdpl membuah suhu udara Jatiluwih sangat sejuk. Dalam bahasa Bali, Jatiluwih terdiri dari dua kata yaitu Jati yang berarti benar atau sejati dan Luwih yang berarti bagus atau indah. Jadi pantaslah kalau desa ini diberi nama Jatiluwih karena pemandangan di desa ini benar – benar indah.

Picture
Photobucket


Selain sebagai tempat tujuan wisata, masyarakat Hindu Bali juga kerap mengunjungi desa ini untuk bersembahyang. Karena di desa ini juga terdapat Pura  Luhur  Petali yang merupakan salah satu Kahyangan Jagat di Bali. Selain itu, tak jauh dari Pura Luhur Petali juga terdapat Pura Luhur Kawitan Brahmana Bhujangga Waisnawa yang merupakan pura untuk memuja lelehur dari Lintian / Wangsa atau yang dikenal dengan istilah Kasta dari trah Brahmana Bhujangga Waisnawa itu sendiri.

v  Taman Kupu – Kupu

Taman Kupu – Kupu ini merupakan satu – satunya taman kupu – kupu yang ada di Bali. Terletak di Jl. Batukaru, Br.Sandan Lebah, Wanasari, Tabanan. Taman yang berjarak sekitar 6 km arah utara Kota Tabanan dan sekitar 45 km atau ± 60 menit dari Denpasar ini di buka setiap hari dari Jam 8.00 S/ d Jam 17.00 wita dan tiket terakhir jam 16.00 wita.

Picture
Photobucket


Luas lokasi taman ini mencapai 1 Ha, dengan netting area (ruangan yang tertutup Jaring) 3700 M3. Netting area ini digunakan untuk melepaskan kupu – kupu yang mencapai ratusan ekor perharinya dan mencapai 3500 ekor per bulannya. Kupu – kupu di taman ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan beraneka ragam bentuk dan jenisnya. Termasuk yang paling terkenal di dunia yaitu kupu-kupu Sayap Burung Sorga (Omithoptera Paradisea).
Taman Kupu-kupu ini juga memproduksi aneka kerajinan yang terbuat dari bermacam-macam serangga seperti : Framing Butterfly (Bingkai isi kupu- kupu) , Framing Beetle (Bingkai isi kumbang), Gantungan kunci yang terbuat dari serangga, selipan pembatas buku, paper weight (penindih kertas) terbuat dari fiber bening berisi kupu-kupu, lukisan dari sayap kupu-kupu, dll.
Picture
Photobucket

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS